Open top menu
Sabtu, 12 November 2016
no image

unida.ac.id

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Pendidikan di sekolah bukan hanya ditentukan oleh usaha murid secara individual atau  interaksi murid dan guru  dalam proses belajar mengajar, melainkan juga oleh interaksi murid dengan lingkungan sosialnya dalam berbagai situasi sosial yang dihadapinya di dalam maupun di luar sekolah.
Pendidikan dipandang sebagai sosialisasi, yang terjadi dalam interaksi sosial. Maka karena itu sudah sewajarnya seorang pendidik harus berusaha menganalisis lapangan pendidikan dari segi sosiologi, mengenai hubungan antar manusiawi dalam keluarga, di sekolah, di luar sekolah, dalam masyarakat dan sistem-sistem sosialnya.
Selain memandang anak sebagai individu, guru harus pula mempelajarinya sebagai makhluk sosial, sebagai anggota dari berbagai macam lingkungan sosial.


B.     Rumusan Masalah

1. Bagaimana Peranan Guru Sebagai Tenaga Pendidik di Sekolah ?
2. Bagaimana Tugas Guru di Sekolah ?
3. Bagaimana kedudukan Guru ?

C.     Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana Peranan Guru di Sekolah dan penulisan makalah ini juga untuk memenuhi tugas dari dosen pengampu Sosiologi Pendidikan.





BAB II
PEMBAHASAN

A. Peranan Guru Sebagai Tenaga Pendidik di Sekolah

            Peranan guru di sekolah ditentukan oleh kedudukannya sebagai orang dewasa, sebagai pengajar, pendidik, dan sebagai pegawai. Yang paling utama ialah kedudukannya sebagai pengajar dan pendidik, yakni sebagai guru. Berdasarkan kedudukannya sebagai guru ia harus menunjukkan kelakuan yang layak bagi guru menurut harapan masyarakat. Apa yang dituntut dari guru dalam aspek etis, intelektual dan sosial lebih tinggi daripada yang dituntut dari orang dewasa lainnya. Guru sebagai pendidik dan pembina generasi muda harus menjadi teladan, di dalam maupun di luar sekolah. Guru harus senantiasa sadar akan kedudukannya selama 24 jam sehari. Di mana dan kapan saja ia akan selalu dipandang sebagai guru yang harus memperlihatkan kelakuan yang dapat ditiru oleh masyarakat, khususnya oleh anak didik.
            Penyimpangan dari kelakuan yang etis oleh guru mendapat sorotan dan kecaman yang lebih tajam. Masyarakat tidak dapat membenarkan pelanggaran-pelanggaran seperti berjudi, mabuk, pelanggaran seks, korupsi atau mengebut, namun kalau guru melakukannya maka dianggap sangat serius. Guru yang berbuat demikian akan dapat merusak murid-murid yang dipercayakan kepadanya. Orang yang kurang bermoral dianggap tidak akan mungkin menghasilkan anak didik yang mempunyai etika tinggi.
            Sebaliknya harapan-harapan masyarakat tentang kelakuan guru menjadi pedoman bagi guru. Guru-guru memperhatikan tuntutan masyarakat tentang kelakuan yang layak bagi guru dan menjadikannya sebagai norma kelakuan dalam segala situasi sosial di dalam dan di luar sekolah. Ini akan terjadi bila guru menginternalisasi norma-norma itu sehingga menjadi bagian dari pribadinya. Ada norma-norma yang umum bagi semua guru di suatu negara, ada pula yang ditentukan oleh norma-norma yang khas yang berlaku di daerah tertentu menurut
adat istiadat yang terjadi dilingkungan itu.
a.       Peranan Guru Sehubungan dengan Murid
Peranan guru dalam hubungannya dengan murid bermacam-macam menurut situasi interaksi sosial yang dihadapinya, yakni situasi formal dalam proses belajar mengajar dalam kelas dan dalam situasi informal.
Dalam situasi formal, yakni dalam usaha guru mendidik dan mengajar anak dalam kelas guru harus sanggup menunjukkan kewibawaan atau otoritasnya, artinya ia harus mampu mengendalikan, mengatur, dan mengontrol kelakuan anak. Kalau perlu ia dapat menggunakan kekuasaannya untuk memaksa anak belajar, melakukan tugasnya atau mematuhi peraturan. Dengan kewibawaan ia menegakkan disiplin demi kelancaran dan ketertiban proses belajar mengajar.
 Pendidikan kewibawaan merupakan syarat mutlak. Mendidik ialah membimbing anak dalam perkembangannya ke arah tujuan pendidikan. Bimbingan atau pendidikan hanya mungkin bila ada kepatuhan dari pihak anak dan kepatuhan diperoleh bila pendidik mempunyai kewibawaan. Kewibawaan dan kepatuhan merupakan dua hal yang komplementer untuk menjamin adanya disiplin.
b.      Pearanan Guru dalam Masyarakat
Peranan guru dalam masyarakat antara lain bergantung pada gambaran masyarakat tentang kedudukan guru. Kedudukan sosial guru berbeda dari negara ke negara, dari zaman ke zaman. Pada zaman Hindu, misalnya guru menduduki tempat yang sangat terhormat sebagai satu-satunya sumber ilmu. Murid harus datang kepadanya untuk memperoleh ilmu sambil menunjukkan baktinya. Demikian pula guru-guru silat di Cina sangat dijunjung tinggi oleh murid-muridnya.  Di  Yunani kuno guru itu diambil dari golongan hamba. Pada zaman VOC yang menjadi guru adalah orang-orang yang ada pengetahuannya sedikit seperti tukang sepatu, tukang pangkas, orang yang menguburkan mayat.
B. Tugas Guru di Sekolah
1. Guru Sebagai Pendidik
Guru  harus  dapat  menempatkan  dirinya  sebagai  teladan  bagi  siswanya. Teladan di sini bukan berarti bahwa  guru harus  menjadi manusia sempurna yang  tidak  pernah  salah.  Guru  adalah  manusia  biasa  yang  tidak  luput  dari kesalahan.  Tetapi  guru  harus  berusaha  menghindari  perbuatan  tercela  yang akan  menjatuhkan  harga  dirinya.  Karena  ia  berhadapan  langsung  dengan mereka  yang otomatis menjadi contoh dalam berperilaku dan bertata krama dan menghargai sesama. Hal ini sangat penting terutama untuk guru tk, dan
SD sebagai pembentuk mental pertama siswa.
Guru harus mengenal siswanya. Bukan saja mengenai kebutuhan, cara belajar dan gaya belajarnya saja. Akan tetapi, guru harus mengetahui sifat, bakat, dan minat  masing-masing  siswanya  sebagai  seorang  pribadi  yang  berbeda  satu sama  lainnya.Guru  harus  mampu  memberikan  motivasi  pada  setiap  siswa yang  mereka  didik,  guru  harus  memberikan  semangat  dan  menjadi  sumber energi untuk para muridnya. Bagi murid yang sedang lesu dan lemas, maka guru harus memberikan solusi sebagai penyemangat.
Guru harus mengatahui metode-metode penanaman nilai dan bagaimana menggunakan  metode-metode  tersebut  sehingga  berlangsung  dengan  efektif dan  efisien.  Guru  yang  notabanenya  lebih  tua  daripada  muridnya  harus mampu  sebagai  pendidik  dan  menjadikan  perilaku  murid  sesuai  dengan ajaran  yang  baik  dan  benar.  Bagaimana  guru  mendidik  para  siswanya  agar menjadi  manusia  yang  berguna  bagi  nusa  dan  bangsa.  Guru  harus memberikan cara belajar efektif dan efisien serta  cara menghafal cepat  untuk muridnya.  Guru  menjadi  pendidik  bagaimana  cara  menjadi  pintar  untuk  muridnya.
Guru  harus  memiliki  pengetahuan  yang  luas  tentang  tujuan  pendidikan  Indonesia  pada  umumnya,  sehingga  memberikan  arah  dalam  memberikan bimbingan kepada siswa. Dalam memberikan pelajaran dan pendidikan guru harus  memberikan  materi  dengan  metode  baru  dan  mengembangkan  ilmu pengetahuan.  Contoh  adalah  bagaimana  guru  mengajarkan  metode  dan  cara meningkatkan  daya  ingat  otak dalam  menerima  pelajaran.  Mengembangkan ilmu  yang  dikuasai  merupakan  tugas  dosen  dan  tenaga  pendidik  lainnya seperti guru.
Guru  harus  memiliki  pengetahuan  yang  luas  tentang  materi  yang  akan diajarkan.  Selain  itu  guru  harus  selalu  belajar  untuk  menambah  pengetahuannya,  baik  pengetahuan  tentang  materi-materi  ajar  ataupun peningkatan keterampilan mengajarnya agar lebih profesional.

2. Guru Sebagai Pendamping

Tugas guru selanjutnya adalah sebagai pendamping, maksudnya di sini adalah bagaimana seorang guru menjadi orang tua di sekolah.  Ia harus memberikan solusi  dan  jalan  jika  muridnya  ingin  melakukan  sesuatu  dan  ingin  mengembangkan  serta berpartisipasi dalam acara serta kejuaraan tertentu.
Guru  harus  menjadi  wali  yang  baik  untuk  muridnya,  ia  harus  berusaha mengetahui  kondisi  para  muridnya  dan  berperan  aktif  untuk  mencari  solusi  atas kesulitan  tersebut.  Ia  harus  memberikan  solusi  seperti  cara  menghindari  stress saat belajar  dan  berbagai  masalah  lain  yang  muridnya  hadapi.  Tugas  guru  sebenarnya adalah menjadi orang tua wali yang baik bagi siswanya.


C. Keduduan Guru di Sekolah
            Kedudukan guru juga ditentukan oleh fatwa bahwa ia orang dewasa. Dalam masyarakat kita orang yang lebih tua harus dihormati. Oleh sebab guru lebih tua daripada muridnya maka berdasarkan usianya ia mempunyai kedudukan yang harus dihormati, apalagi karena guru juga dipandang sebagai pengganti orang tua. Hormat anak terhadap orang tuanya sendiri harus pula diperlihatkannya terhadap gurunya sebaliknya guru harus pula dapat memandang murid sebagai anak.
            Ada anggapan bahwa dewasa ini rasa hormat anak muda terhadap orang tua makin merosot. Erosi kewibawaan orang tua mungkin disebabkan olel peranan generasi muda dalam revolusi kemerdekaan, oleh pengaruh kebudayaan asing, oleh sikap kritis pemuda, oleh ketidakmampuan orang tua mempertahankan kedudukan yang dipegangnya, sediakala dalam dunia peodal patriarkal yang sediakala dalam dunia demokrasi industrial yang modern.
            Sebagai pegawai kedudukan guru ditentukan oleh pengalaman kerja, golongan, ijazah, dan lama kerjanya.         
D.    Dalil Al-Qur’an tentang Peranan Guru
            Guru adalah seorang pendidik sebagai insan yang mulia dan berjasa karena merekalah yang bertanggung jawab mendidik manusia bagi melahirkan generasi muslimyang beriman dan beramal sholeh serta sanggup melaksanakan tugas terhadap diri, keluarga, masyarakat dan negara. Guru dalam sejarah hidupnya senantiasa menghargai kejayaan anak didiknya serta sanggup berkorban dan melakukan apa saja untuk manfaat dan kesejahteraan orang lain. Firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an yang berbunyi :
يرفع الله الذين ءامنوا منكم والذين أوتوا العلم درج






Artinya :”Supaya Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan agama (dari kalangan kamu) beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadalah :11)

            Peranan guru adalah luas. Guru adalah pendidik, pembimbing dan pendorong. Dia juga penyampai ilmu, penggerak dan penasehat. Ini bermaksud, guru atau pendidik mempunyai tugas dan tanggungjawab yang menjabar, kepentingan peranan guru itu memang tidak dapat dinafikan karena boleh dikatakan setiap ahli masyarakat pada zaman ini melalui pendidikan yang dibrikan oleh guru.
            Islam memandang guru yang melaksanakan tugas tarbiyah sebagai pekerjaan yang sungguh mulia, seluruh masa yang digunakan dicatat sebagai ibadah. Setiap langkah dari rumah ke sekolah dan pulang ke rumah dari sekolah akan mendapat satu pahala dan dihapuskan satu dosa. Menyampaikan ilmu secara hikmah dan ikhlas semata-mata karena Allah merupakan jihad yang paling tinggi pada pandangan islam.
            Firman Allah SWT dalam surah An-Nahl ayat 125 yang artinya : “serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikamah kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik, dan berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik.”

           









BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
            Peranan guru di sekolah ditentukan oleh kedudukannya sebagai orang dewasa, sebagai pengajar, pendidik, dan sebagai pegawai. Yang paling utama iyalah kedudukannya sebagai pengajar dan pendidik, yakni sebagai guru. Berdasarkan kedudukannya sebagai guru ia harus menunjukkan kelakuan yang layak bagi guru menurut harapan masyarakat. Apa yang dituntut dari guru dalam aspek etis, intelektual dan sosial lebih tinggi daripada yang dituntut dari orang dewasa lainnya.
      Peranan guru dalam hubungannya dengan murid bermacam-macam menurut situasi interaksi sosial yang dihadapinya, yakni situasi formal dalam proses belajar mengajar dalam kelas dan dalam situasi informal.
Peranan guru dalam masyarakat antara lain bergantung pada gambaran masyarakat tentang kedudukan guru. Kedudukan sosial guru berbeda dari negara ke negara, dari zaman ke zaman. Pada zaman Hindu, misalnya guru menduduki tempat yang sangat terhormat sebagai satu-satunya sumber ilmu.
Guru Sebagai Pendidik
Guru  harus  dapat  menempatkan  dirinya  sebagai  teladan  bagi  siswanya. Teladan di sini bukan berarti bahwa  guru harus  menjadi manusia sempurna yang  tidak  pernah  salah. 
Guru Sebagai Pendamping

Tugas guru selanjutnya adalah sebagai pendamping, maksudnya di sini adalah bagaimana seorang guru menjadi orang tua di sekolah.  Ia harus memberikan solusi  dan  jalan  jika  muridnya  ingin  melakukan  sesuatu  dan  ingin  mengembangkan  serta berpartisipasi dalam acara serta kejuaraan tertentu.
Kedudukan guru juga ditentukan oleh fatwa bahwa ia orang dewasa. Dalam masyarakat kita orang yang lebih tua harus dihormati. Oleh sebab guru lebih tua daripada muridnya maka berdasarkan usianya ia mempunyai kedudukan yang harus dihormati, apalagi karena guru juga dipandang sebagai pengganti orang tua. Hormat anak terhadap orang tuanya sendiri harus pula diperlihatkannya terhadap gurunya sebaliknya guru harus pula dapat memandang murid sebagai anak.

Saran

Makalah ini kami akui masih banyak banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.


























DAFTAR PUSTAKA

Bafadal,    Ibrahim.  2003.  Peningkatan  Profesionalisme  Guru  Sekolah  Dasar  dalam
Kerangka  Manajemen  Peningkatan  Mutu  Berbasis  Sekolah.  Jakarta.  Bumi
Aksara.
Daryanto, 2009, Panduan Proses Pembelajaran, Cerdas Pustaka, Surabaya.
Depdiknas,  2008,  Pedoman  Pemberian  Subsidi  Peningkatan  Kualifikasi  Guru  ke
S1/D4 Depdiknas, 2009, TOT KTSP, PMPTK, Jakarta.
Pantiwati,Y.  2001.  Upaya  peningkatan  profesionalisme  Guru  Melalui  Program
sertifikasi  Guru  Bidang  Studi  (untuk  guru  MI  dan  MTs).  Makalah
dipresentasikan, Malang, PSSJ PPs Universitas Malang.
Rustiyah NK. 1986. Masalah-masalah Ilmu Keguruan. Jakarta. Bina Aksara.
Semiawan,C.R.  1999.  Mencari  Strategi  Pengembangan  Pendidikan  Nasional
Menjelang Abad XXI. Jakarta. Grasindo.
Buku Sosiologi Pendidikan oleh Prof. Dr. S. Nasution, M.A.





           
unida.ac.id
Read more